Pertarungan strategis transpasifik dengan taruhannya tinggi sedang berlangsung di U.S. Department of Transportation (DOT) ketika Delta Air Lines memanfaatkan rencana penerbangan Manila yang baru diungkapnya untuk menunda langkah bersejarah Philippine Airlines (PAL) memasuki Midwest AS.
Dalam manuver strategis yang mengejutkan industri, pengajuan regulasi terbaru Delta pada dasarnya menempatkan layanan masa depannya dari Los Angeles ke Manila berhadapan dengan rute Chicago yang sangat dinantikan oleh PAL.
Pembongkaran itu muncul pada 11 Maret 2026, dalam sebuah komentar yang diajukan Delta terkait permohonan PAL untuk layanan nonstop harian antara Manila (MNL) dan Chicago O’Hare (ORD).
Sementara Delta menyatakan “does not oppose” permintaan PAL untuk memperkenalkan gerbang baru tersebut, maskapai yang berbasis di Atlanta itu mendesak DOT untuk menunda persetujuan akhir.
{{AD}}
Memainkan Strategi Jangka Panjang
Keluhan utama Delta berpusat pada akses timbal balik ke Ninoy Aquino International Airport (NAIA) di Manila.
Maskapai itu mengumumkan rencana untuk meluncurkan layanan harian dari Los Angeles (LAX) ke Manila, mulai Musim Panas 2027, menggunakan Airbus A350-900 andalannya.
Namun, Delta mengklaim bahwa saat ini “no equal opportunity” tersedia bagi maskapai AS di NAIA, dengan menyebut adanya “significant barriers” dalam memperoleh slot yang layak secara komersial dan infrastruktur yang diperlukan untuk operasi yang kompetitif.
Delta meminta DOT menahan lampu hijau untuk ekspansi Chicago PAL sampai pemerintah AS menerima “written assurances” dari pemerintah Filipina bahwa Delta akan diberikan slot spesifik dan layak yang dibutuhkannya untuk melaksanakan layanan yang direncanakan.

Medan Persaingan yang Semakin Ketat
Gesekan regulasi ini menegaskan meningkatnya nilai pasar Filipina.
Saat ini, United Airlines adalah satu-satunya maskapai AS yang menawarkan penerbangan langsung ke Manila dari daratan AS.
Masuknya Delta akan menjadi perubahan besar, beralih dari ketergantungannya saat ini pada hub Seoul-Incheon ke layanan langsung "Delta metal" ke Filipina.
Bagi Philippine Airlines, rute Chicago adalah permata mahkota dari ekspansi 2026 mereka.
Dengan memanfaatkan Airbus A350-1000 ultra-jangkau panjang, penerbangan ini akan menghubungkan diaspora Filipina yang besar di Midwest ke Manila secara nonstop untuk pertama kalinya.
{{REC}}
Operasi Udara Baru dan yang Diusulkan
| Nomor Penerbangan | Rute | Waktu Berangkat | Waktu Tiba | Durasi | Hari Operasi |
|---|---|---|---|---|---|
| PR120* | Manila (MNL) – Chicago (ORD) | 09:00 PM | 09:30 PM | ~15h 30m | Daily |
| PR121* | Chicago (ORD) – Manila (MNL) | 11:55 PM | 06:15 AM (+2) | ~16h 20m | Daily |
| DLXXX* | Los Angeles (LAX) – Manila (MNL) | TBA | TBA | ~14h 45m | Daily |
*Nomor penerbangan dan jam tepat didasarkan pada pengajuan DOT terbaru dan jadwal yang diusulkan untuk Musim Panas 2026 dan Musim Panas 2027.

Foto: AeroXplorer/ Mark S.
Saat DOT menimbang keberatan Delta, dunia penerbangan mengamati apakah Filipina akan melunak soal akses slot untuk memastikan maskapai nasionalnya bisa mendarat di Windy City musim panas ini.
{{AD}}
Comments (0)
Add Your Comment
SHARE
TAGS
RUTE Delta Air Lines Philippine Airlines Manila Chicago USA Penerbangan Perjalanan Rute Airbus A350-900 A350-1000 DOTRECENTLY PUBLISHED
Kecelakaan Keamanan Jill Biden Saat Agen Menembak Diri Sendiri di Landasan Philly
Protokol keamanan Philadelphia International Airport (PHL) diuji pagi ini setelah terjadi penembakan tidak sengaja yang melibatkan seorang anggota detail perlindungan Ibu Negara.
Berita
READ MORE »
Pencarian Meningkat untuk Anggota Kru American Airlines yang Hilang di Medellín
Otoritas di Kolombia berlomba melawan waktu untuk menemukan Eric Fernando Gutiérrez Molina, seorang pramugara American Airlines berusia 32 tahun yang menghilang saat singgah rutin di Medellín.
Berita
READ MORE »
Penantian 53 Tahun Berakhir untuk Perjalanan Udara Supersonik
Washington secara resmi membungkam gema tahun 1973 saat Amerika Serikat memasuki era baru penerbangan berkecepatan tinggi.
Berita
READ MORE »